Menu Bar

Jumat, 06 Mei 2016

Cara Mudah Dapat Koin LINE

Buat kalian semua pengguna line saya ada trik nih untuk mendapatkan coin line secara gratis dan legal tentunya, ikuti saja langkah-langkah di bawah ini 
1. Download aplikasi Whaff Rewards di playstore
2. Setelah ke intsall buka appnya
3. Seteah di buka klik tombol login, login aja pake akun facebook kalian.
4. Abis itu ada kotak invitation code
5. Masukan kode AK29663
6. Setelah masukan kode diatas kalian bakal dapet $0.300, lumayan kaan, kalian tinggal ngumpulin deh sampe 10$
7. Cara ngumpulinnya gampang, tinggal invite orang lain atau download aplikasi yang ada di app tersebut
8. Setiap download aplikasi kalian akan mendapat hadiah sebagai reward, hadiahnya bisa $0.170, $0.220 sampe $0.660
9. Setiap hari kalian pun akan mendapat reward bila setelah di download aplikasi tersebut tidak di uninstall lagi lumayan kaan setiap hari uang kalian bertambah hehehe
10. Setelah terkumpul $10 baru deh kalian bisa tukerin ke voucher google play,
11. Nah kalian bisa deh beli coin line yg bisa digunakan untuk beli sticker, beli theme, atau buat nge gift doi juga kan lumayan hehehe 

Coba dulu ya jangan nyerah duluan, ngumpulin $10 cepet kok, saya aja baru 4 hari udah kekumpul $5. Uangnya juga gak cuma buat koin line juga lho, bisa juga untuk aplikasi/games berbayar di playstore, atau juga bisa untuk pay pal, steam gift
card, facebook gift card, macem macem deh pokoknya hahaha 
-Selamat Mencoba-
Jangan lupa share trik berguna ini ya

Sabtu, 20 Juni 2015

Artikel Kewibawaan Seorang Guru Di Dalam Kelas

KEWIBAWAAN SEORANG GURU DI DALAM KELAS
Dita Nadia Alawiyah


Abstrak

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui makna dari sebuah kewibawaan, untuk mengetahui bagaimana fungsi dari kewibawaan, untuk mengetahui apa sajakah faktor agar seorang guru menjadi berwibawa dan untuk mengetahui hal apa sajakah yang membuat peserta didik mau menuruti perintah sang guru. Dalam hal ini, metode yang digunakan adalah metode studi pustaka. Guru merupakan pribadi yang utuh untuk merubah perilaku dan kepribadian peserta didik. Guru yang berwibawa adalah guru yang mampu mempengaruhi anak didik berperilaku sesuai dengan apa yang ja katakana dan ia lakukan. Seorang guru yang berwibawa tentu mampu mempengaruhi peserta didik untuk menuruti perintah dari sang guru.

Kata Kunci: Kewibawaan Guru

PENDAHULUAN
Berbicara tentang pendidikan, kita tidak bisa lepas dari pada tenaga pendidik itu sendiri. Agar bisa menjadi tenaga pendidik yang baik dan profesional. Di samping mempunyai atau memiliki ilmu dan seni dalam mendidik, seorang pendidik itu harus memiliki wibawa.
Kewibawaan dalam pendidikan merupakan salah satu ciri pendidik ketika terjadi interaksi atau hubungan dalam kegiatan belajar mengajar. Interaksi tersebut biasanya diwarnai oleh adanya aspek pendidikan yang didasari kewibawaan. Hal ini menunjukkan kenyataan bahwa ada ikatan hakiki antara pendidikan dan kewibawaan yakni kewibawaan yang diperlukan oleh pendidikan.
Konsep kewibawaan diadopsi dari bahasa Belanda yaitu ”gezaq” yang berasal dari kata “zeggen” yang  berarti “berkata”. Siapa yang perkataannya mempunyai kekuatan mengikat terhadap orang lain, berarti mempunyai kewibawaan  atau gezaq terhadap orang itu.  Kewibawaan itu ada pada orang dewasa, terutama orang tua. Kewibawaan yang ada pada orang tua (ayah dan ibu) adalah asli. Orang tua dengan langsung mendapat tugas secara natural dari Tuhan untuk mendidik anak-anaknya, suatu hak yang tidak dapat dicabut, karena terikat oleh kewajiban.
Menurut Weins Tanlain, dkk. (1996) menjelaskan bahwa kewibawaan adalah adanya penerimaan, pengakuan, kepercayaan siswa terhadap gurusebagai pendidik yang memberi tuntunan dan nilai-nilai manusiawi. Sedangkan Charles Schaefer menjelaskan bahwa kewibawaan yang efektif didasarkan atas pengetahuan yang lebih utama atau keahlian yangdilaksanakan dalam suatu suasana kasih sayang dan saling menghormati.
Oleh sebab itu, seorang pendidik diharapkan memiliki sikap kewibawaan agar mampu membimbing siswa kepada pencapaian tujuan belajar yang sesungguhnya ingin direalisasikan. Guru yang berwibawa berarti guru yang dapat membuat siswanya terpengaruhi oleh tutur katanya, pengajarannya, patuh kepada nasihatnya, dan mampu menjadi magnet bagi siswanya sehingga siswanya akan terkesima dan tekun menyimak pengajarannya.

METODE
Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Yakni mengkaji berbagai literatur untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Wibawa adalah sifat yang memperlihatkan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan dan daya tarik. Perlu dipahami bahwa kewibawaan yang dimillki seseorang ada yang berupa alamiah dan non alamiah. Kewibawaan alamiah adalah kewibawaan yang diperoleh dari suatu keturunan, seperti kewibawaan orang tua (bapak-ibu) pada anaknya. Anak dengan sendirinya merasa sungkan atau rikuh pada bapak-ibunya walaupun mereka tidak menjadi pejabat, tidak berpengetahuan, dan tidak pula berharta.
Kewibawaan non alamiah adalah kewibawaan yang berasal dari eksternal, yaitu orang lain yang dianggap mempunyai makna penting dalam kehidupannya, seperti jabatan, usia lebih tua, harta, dan pengetahuan. Kewibawaan selalu diharapkan oleh setiap guru karena mempunyai fungsi sebagai berikut:
a.       Bagi guru
Fungsinya yakni guru mendapat simpatik pada peserta didiknya yang tumbuh dari hati nurani siswa itu sendiri. Hal ini tentunya akan memperlancar proses pembelajaran, baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan bersama.
b.      Bagi siswa
Dengan kewibawaan guru siswa pasti mudah mengikuti aturannya dan siswa pun akan mencapai hasil belajar yang maksimal.
c.       Bagi sekolah
Semua tergantung pada kewibawaan guru dalam sekolah tersebut. Artinya, sekolah akan kualitas manakala guru-gurunya berwibawa. Sebaliknya, sekolah akan menjadi tidak berkualitas, siswanya nakal, banyak yang tidak lulus ujian, apabila guru-gurunya tidak berwibawa.
d.      Bagi pemerintah
Apabila guru sudah berwibawa dan sekolah berkualitas, maka pemerintah akan mempunyai generasi yang akan meneruskan pemerintahan dengan berkualitas pula.

Di dalam kelas terdapat interaksi belajar antara guru dan siswa dengan seperangkat media yang diperlukan. Keberadaan guru dalam kelas tidak hanya sekedar memantau siswa belajar ilmu pengetahuan, melainkan bagaimana guru membentuk sikap atau perilaku siswa. Disamping itu, di dalam kelas guru berperan pula membentuk keterampilan siswanya. Dalam belajar di kelas, siswa lebih banyak meniru perilaku guru dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Untuk itu, guru ketika mengajar di kelas hendaknya berwibawa sehingga dapat membentuk perilaku atau kepribadian siswa. Kewibawaan guru dalam kelas dapat ditempuh dengan jalan; sikap, kognitif maupun keterampilan.
1.      Kewibawaan Sikap
Kewibawaan sikap merupakan bagian dari ranah afektif selain kemauan menerima, menanggapi, berkeyakinan, penerapan karya, dan ketekunan.
Menerima, artinya sikap yang memperhatikan untuk memperoleh sesuatu dari objek sebagai rangsangannya, seperti menerima pendapat orang lain dari buku yang telah dibaca. Menanggapi, adalah sikap dalam merespon stimulant dengan penuh perhatian, antusias, proaktif, seperti diskusi kelas, menyelesaikan tugas dan menjawab pertanyaan guru. Berkeyakinan, yaitu sikap untuk menerima sistem nilai, norma dan etika. Penerapan karya, merupakan sikap menerima pada berbagai sistem nilai, moral atau etika yang berbeda-beda berdasarkan suatu sitem nilai yang tinggi dan lebih baik. Ketekunan, sikap yang memiliki sistem nilai, moral atau etika paling tinggi untuk menyesuaikan diri dalam berperilaku dan dijadikan dasar dalam melihat sesuatu secara objektif.
Kewibawaan sikap tersebut, guru hendaknya mampu menanamkan kepada siswanya secara utuh, tidak sepotong-potong. Siswa mempunyai sikap  saling menghargai antar teman, terutama kepada guru. Dengan kewibawaan guru yang berbentuk sikap dalam kelas ini, tentu akan menjadikan proses pengajaran berjalan efektif dan efisien.

2.      Kewibawaan Kognitif
Guru hendaknya berwibawa dalam kelas melalui penguasaan materi ajar dengan menggunakan kemampuan otak yang maksimal. Kewibawaan ini dapat ditempuh dengan langkah:
a.       Pengetahuan, merupakan kumpulan dari objek yang hendak diketahui oleh siswa. Sebelum guru menyampaikan pengetahuan kepada siswa hendaknya dipersiapkan secara matang sehingga siswa puas dan dapat termotivasi serta gurunya pun berwibawa.
b.      Pemahaman, yaitu aktivitas untuk memahami sesuatu dengan cara menginterpretasikan, menjelaskan, dan mampu membuat kesimpulan untuk dijadikan suatu konsep, prinsip, teori atau dalil.
c.       Penerapan, adalah kemampuan untuk menjelaskan atau menafsirkan materi ajar yang sudah disampaikan kepada siswa untuk diterapkan dalam situasi baru, yaitu kemampuan menerapkan konsep, prinsip teori atau dalil sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing.
d.      Analisis, yaitu kemmpuan guru dalam mengidentifikasi atau menjabarkan materi ajar menjadi bagian-bagian yang mempunyai hubungan antar satu dengan lainnya sehingga bagian-bagian tersebut menjadi utuh dan mudah dimengerti. Disinilah guru mempunyai tugas yang agak berat karena tingkat analisis siswa berbeda-beda.
e.       Sintesis, yakni kemampuan guru dalam menyatukan bagian-bagian yang sudah terpisah sesuai sifat dan jenis masalah yang terdapat dalam materi pelajaran sehingga menjadi bagian yang utuh. Dalam hal ini guru menyajikan data, fakta dan informasi untuk diolah dan dirumuskan sehingga menjadi pola yang terstruktur dengan baik.
f.       Evaluasi, adalah kemampuan guru untuk mengadakan penilaian atas hasil belajar siswa berdasarkan tujuan yang telah dirumuskan dalam bidang materi ajar. Dengan evaluasi ini, guru diharapkan pula obyektif sehingga mampu menjadikan siswa percaya, taat, dan tunduk kepadanya dengan sungguh-sungguh, tidak hanya sekedar ketakutan yang terpaksa.

3.      Kewibawaan Keterampilan
Ketarampilan merupakan wujud siswa dalam menerapkan suatu teori. Artinya, siswa tidak hanya diharapkan pandai dalam ranah afektif (sikap), kognitif (intelektual) semata, akan tetapi keterampilan siswa dalam menerapkan sesuatu menjadi keniscayaan untuk menjadi siswa yang berhasil dalam belajar. Guru akan berwibawa dalam kelas apabila ia terampil menerapkan sesuatu yang sesuai dengan materi pelajaran kepada siswanya. Kewibawaan keterampilan guru ini dapat ditempuh dengan cara sebagai berikut;
a.       Persepsi, yaitu kesanggupan guru dalam memandang materi pelajaran dengan cara membuka peluang siswa untuk berpikir dan berbuat sesuai dengan bahan ajar yang akan dipelajari. Dalam hal ini guru menyuruh siswa untuk menggunakan keterampilan indranya, seperti; tangan terampil memainkan alat musik, kaki terampil memainkan bola dan lain-lainnya.
b.      Kesiapan, yakni guru mempersiapkan diri materi pelajaran sesuai dengan tujuan siswa untuk menjadi terampil. Kesiapan ini beraksentuasi pada melakukan kegiatan yang dilandasi kesiapan mental, kesiapan fisik, dan kesiapan emosional. Apabila guru mampu melakukan kesiapan tersebut, maka guru akan mudah menjadikan siswa terampil dalam melakukan kegiatan yang imbasnya adalah guru benar-benar berwibawa.
c.       Mekanisme, merupakan bentuk kewibawaan guru di dalam kelas dengan cara terampil menanggapi bahan ajar yang telah disampaikan kepada siswa atas dasar pertanyaan dan permasalah siswa. Disinilah, guru membentuk kebiasaan siswa sehingga secara mekanik-otomistis siswa mahir dan terampil menjalankan kegiatan pembelajaran.
d.      Respon terbimbing, adalah memerintah anak untuk mengikuti dan mengulangi hingga sampai pada hasil keterampilan yang benar. Siswa pun disuruh untuk melakukan sesuatu yang berupa uji coba berdasarkan tanggapan dan kemampuan keterampilannya masing-masing dengan bimbingan seorang guru.
e.       Kemahiran, yaitu guru mengaiar di dalam kelas dengan tingkat kemapanan siswa. Artinya, siswa dibentuk keterampilannya untuk berbuat sesuatu sehingga hasilnya lebih baik dan waktunya lebih cepat. Disinilah kewibawaan guru akan menjadi bertambah di hahadapan siswa.

f.       Adaptasi, yaitu guru mengajar di dalam kelas dengan menggunakan pendekatan individual siswa. Siswa diberi kesempatan ntuk berkembang sendiri dengan cara mampu memodifikasi pola gerak, berbuat, dan bertindak sesuai dengan kebutuhannya.
g.      Originasi, yaitu kewibawaan guru dalam mengajar di kelas untuk menjadikan siswa terampil dalam menciptakan sesuatu dengara sendirinya, tanpa bimbingan guru secara langsung. Seperti; siswa terampil membuat komputer, siswa terampil membuat pola pakaian, siswa terampil membuat desain rumah yang aman dan nyaman, dan lain sebagainya.

KESIMPULAN
Menjadi seorang guru yang berwibawa tentu sangatlah tidak mudah. Seorang guru yang berwibawa harus memiliki beberapa faktor penting. Faktor penting tersebut bisa berasal dari dalam dirinya maupun dari luar dirinya. Sebagai seorang guru yang berwibawa, tentu akan lebih mudah mendapatkan perhatian dari siswa. Yang perlu diperhatikan agar kita bisa menjadi guru yang berwibawa ialah bagaimana sikap kita yang meliputi menerima, menanggapi, berkeyakinan, penerapan karya, dan ketekunan. Kemudian dari segi kognitif kita yang meliputi pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Dan yang terakhir agar mampu menjadi guru yang berwibawa ialah keterampilan yang kita miliki, yang meliputi persepsi, kesiapan, mekanisme, respon terbimbing, kemahiran, adaptasi dan originasi.

SARAN
Seorang guru yang baik ialah guru yang mampu mengajar siswanya dengan penuh kesabaran, keihklasan serta ketulusan hati. Namun, tentu hal itu memang tidak mudah. Oleh karena itu penulis memberikan saran agar para guru senantiasa selalu berusaha memberikan yang terbaik khususnya untuk para siswa, dan juga guru harus memiliki kewibawaan di dalam dirinya. Dengan hal ini, jika seorang guru memiliki kewibawaan yang terpancar dari dalam dirinya. Maka niscaya insya Allah siswa akan selalu patuh dan menuruti guru yang memiliki kewibawaan.

DAFTAR PUSTAKA

Martinis Yamin, Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi, Jakarta: Gaung Persada Press, 2004.
Thoifuri, Menjadi Guru Inisiator. Semarang: RaSAIL Media Group. 2008



Mata Kuliah     : Pembelajaran PKN di SD

Dosen                : Dirgantara Wicaksono

Rabu, 17 Juni 2015

Tugas dan Tanggungjawab Guru SD

A. Tugas dan Tanggungjawab Guru SD

Seorang guru baru dikatakan sempurna jika fungsinya sebagai pendidik dan juga berfungsi sebagai pembimbing. Dalam hal ini pembimbing yang memiliki sarana dan serangkaian usaha dalam memajukan pendidikan. Seorang guru menjadi pendidik yang sekaligus sebagai seorang pembimbing.
            Secara umum tugas seorang guru sebagai berikut :
·                     Guru sebagai pengajar,
·                     Guru sebagai pembimbing,
·                     Guru sebagai administrator,
·                     Menyelenggarakan kebudayaan terhadap anak didik berupa kepandaian, kecakapan, dan pengalaman-pengalaman,
·                     Sebagai perantara dalam belajar. Artinya dalam proses belajar guru hanya sebagai perantara/medium, anak harus berusaha sendiri mendapatkan suatu pengertian/insight, sehingga timbul perubahan dalam pengetahuan, tingkah laku dan sikap,
·                     Merencanakan Pembelajaran,
·                     Melaksanakan Pembelajaran,
·                     Menilai hasil pembelajaran,
·                     Melatih peserta didik,
·                     Melakukanpenelitian.
Jadi tugas guru yang dimaksud adalah tugas yang terikat oleh dinas maupun di luar dinas, dan dalam bentuk pengabdian. Sehingga keberadaan guru merupakan faktor yang tidak mungkin digantikan oleh komponen mana pun dalam kehidupan bangsa sejak dahulu, karena keberadaan guru bagi suatu bangsa amatlah penting, apalagi bagi suatu bangsa yang sedang membangun, terlebih-lebih bagi keberlangsungan hidup bangsa di tengah-tengah lintasan perjalanan zaman dengan teknologi yang semakin canggih dan segala perubahan serta pergeseran nilai yang cenderung memberi nuansa kepada kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamik untuk dapat mengadaptasikan diri.
            Tanggung jawab guru sebagai berikut :
·                     Tanggung jawab guru yang terpenting adalah merencanakan dan menuntut             murid-murid melakukan kegiatan-kegiatan belajar guru mencapai        pertumbuhan   dan perkembangan yang diinginkan.
·                     Melakukan pembinaan terhadap diri siswa (kepribadian, watak dan             jasmaniah). Memompakan pengetahuan kepada murid kiranya bukan     pekerjaan yang sulit.
·                     Memberikan bimbingan kepada murid. Bimbingan kepada murid agar         mereka mampu mengenal dirinya sendiri, memecahkan masalahnya       sendiri, mampu menghadapi kenyataan dan memiliki stamina emosional             yang baik, sangat diperlukan.
·                     Menghayati, mengamalkan, dan mengamankan Pancasila
·                     Turut serta membantu terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa dan         perdamaian dunia. Guru bertanggungjawab untuk mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang baik. Pengertian yang baik adalah antara lain memiliki rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa.
Tanggung jawab meningkatkan peranan profesional guru. Bertitik tolak dari tanggung jawab guru yang telah dikemukakan di atas maka dengan demikian guru sangat perlu meningkatkan peranan dan kemampuan profesionalnya. Tanpa adanya kecakapan yang maksimal yang dimiliki oleh guru maka kiranya sulit bagi guru tersebut mengemban dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan cara yang sebaik-baiknya.

B. Profesionalisasi dan Kompetensi Guru SD

Semua orang yakin bahwa guru memiliki ikut serta yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Keyakinan itu muncul karena manusia adalah makhluk lemah, yang dalam perkembangannya senantiasa membutuhkan orang lain, sejak lahir, bahkan pada saat meninggal.Semua itu menujukkan bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam perkembangannya. Untuk mengungkap dan menemukakan langkah-langkah yang harus dilewati oleh seorang guru dalam rangka meningkatkan mutu. 
Dalam hal ini guru haru skreatif, profesional, dan menyenangkan dengan memposisikan dirisebaga iberikut:
·                     orang tua yang penuh kasih sayangpadapeserta didiknya,
·                     teman, tempat mengadu, dan mengutarakan perasaan bagi peserta   didik,
·                     fasilitator yang selalu siap memberikankemudahan, melayani                                    peserta didik sesuai dengan minat, kemampuan, dan bakatnya,
·                     memberikan sumbangan pemikiran kepada orang tua untuk dapat                            mengetahui permasalahan yang dihadapi anak dan membantu                              pemecahannya,
·                     memupuk rasa percayadiri, beranibertanggungjawab.
Guru harus mempunyai perencanaan yang matang, strategi pembelajaran, pendekatan-pendekatan, metode pembelajaran, dan evaluasi yang akan mengakomodir kompetens ikognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik  menuju kearah pembelajaran yang bermakna serta guru harus siap untuk  berubah dari metode yang konvensional kepada metode pembelajaran yang terkini  dengan mengikuti perubahan zaman dan globalisasi. Proses penilaian untuk mengetahu i tingkat penguasaan peserta didik dilakukan dengan penilaian proses dan asesmen. Hal ini memungkinkan peserta didik diidentifikasi secara menyeluruh mengenai penguasaan materi pelajaran, perbedaan penguasaan masing-masing peserta  didik. Dan pada tingkat yang lebih lanjut peserta didik dapat menilai diri mereka sendiri.            Guru harus menyiapkan dan memperhatikan penguasaan sisw aberdasarkan hasil kerja yang dibua toleh peserta didik, serta memberikan catatan-catatan kecil sebagai penanda tingkat penguasaan siswa. Pembelajaran di SD belum menerapkan teori Piaget, Bruner dan Vygotsky. Guru cenderung membahas materi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah yang diselingi dengan tanya jawab dan jarang sekali menggunakan media pembelajaran. Ini berarti proses pembelajaran bersifat abstrak dan tidak sesuai dengan pertumbuhan berfikir anak yang bersifat kongkrit sehingga sangat sulit bagi anak untuk dapat mengerti, memahami dan pengaplikasikan materi pelajaran dalam kehidupan anak di luar sekolah. Hal ini menjadi penting untuk dilakukan oleh seorang guru, agar mengetahui dan dapat menciptakan pembelajaran yang mengesankan, kreatif dan menyenangkan bagi peserta didik, sehingga tujuan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik, efisien, dan efektif.
Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Kompetensi pedagogik menunjuk pada kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi kepribadian menunjuk pada kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Kompetensi profesional menunjuk pada kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Kompetensi sosial menunjuk kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.Tampaknya, Kendati syarat kualifikasi pendidikan terpenuhi, tak berarti dengan sendirinya seseorang bisa bekerja profesional, sebab juga harus ada cukup bukti bahwa dia memiliki keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu. Karena itu, belakangan ditetapkan bahwa sertifikasi pendidik merupakan pengakuan yang diberikan kepada guru dan dosen sebagai tenaga profesional.

C. Pentingnya Kompetensi Profesionalisasi Guru
"Dengan berbagai cara, melalui subsidi-subsidi dana pendidikan, berbagai pelatihan bahkan bergulirnya ide tentang program sertifikasi untuk para guru merupakan bentuk kepedulian pemangku kebijakan negeri ini demi terwujudnya kompetensi profesionalisasi dan kesesuaian kesejahteraan bagi para guru."
Guru merupakan pekerjaan profesi, karenanya seorang guru harus profesional. Menyandang gelar professional merupakan kebanggaan tersendiri bagi para guru.Sementara profesional sendiri harus selalu di ikuti dengan konsekuensi yang sangat tinggi, semangat mendidik yang tak pernah padam, kompetensi yang terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi.
Selain kompetensi personal dan kompetensi sosial yang selalu harus melekat pada keseharian guru, satu kompetensi tertinggi yang mengarah pada keistimewaan guru adalah kompetensi profesi. Dalam hubungannya dengan tenaga profesional kependidikan, tentunya kompetensi menunjuk pada performance atau perbuatan yang bersifat rasional sesuai dengan alur profesinya dan memenuhi spesifikasi tertentu di dalam pelaksanaan tugas-tugas kependidikan.
Berbicara tentang profesionalisme guru, tidak lain menyoroti tentang keahlian khusus yang dimiliki seorang guru, yang diperoleh baik melalui pendikan, pelatihan atau pengalaman-pengalaman study banding yang pernah didapatkan. Keahlian yang dimiliki ini bukan sekedar menjadi milik pribadi, namun untuk dikembangkan dan dipraktekkan dalam memberi layanan kepada siswa.

E. Kompetensi Pedagogik
1.                  Menguasai karakteristik peseta didik dari aspek fisik, moral, emosional, social, kultural dan intelektual.
2.                  Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.
3.                  Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan matapelajaran/bidang pengembangan yang diampu.
4.                  Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik
5.                  Memanfaatkan teknolog iinformasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.
6.                  Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktulisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
7.                  Berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik.
8.                  Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
9.                  Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.
10.              Melakukan tindakan reflektif untukpeningkatan kualitas pembelajaran


F. Kompetensi Profesional

1.      Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola piker keilmuan yang mendukung mata pelajaran.
2.      Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata  pelajaran/bidang pengembangan.
3.      Mengembangkan materi pembelajaran secara kreatif.
4.      Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.
5.      Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.




Mata Kuliah     : Pembelajaran PKN di SD
Dosen                : Dirgantara Wicaksono